Apa itu Swing Points?

Swing points adalah formasi 3 candlestick yang menjadi fondasi dari setiap pergerakan reversal di market. Tanpa terbentuknya swing point, market tidak bisa berbalik arah, sesederhana itu.

Setiap swing point terdiri dari minimal 3 candle yang bekerja secara berurutan.
Ada dua skenario pembentukan swing point yang perlu dipahami: C2 Closure dan C3 Closure. Keduanya valid, yang membedakan adalah di candle mana konfirmasi terjadi.

Sebelum belajar lebih lanjut, berikut adalah istilah yang harus dipahami:

C1: Candle-1 / Candle Pertama

C2: Candle-2 / Candle Kedua

C3: Candle-3 / Candle Ketiga

C4: Candle-4 / Candle Keempat

C2 Closure

Skenario ini terjadi ketika Candle-2 memberikan konfirmasi langsung. Ini adalah skenario paling yang paling mudah dibaca karena reversal sudah terkonfirmasi lebih awal.

Aturan C2 Closure yang valid:

  • Bullish: C2 mengambil low dari C1, lalu close kembali di atas low C1
  • Bearish: C2 mengambil high dari C1, lalu close kembali di bawah high C1
C2 Closure diagram

Dengan closure C2 yang valid, C3 diantisipasi akan melakukan ekspansi searah dengan konfirmasi. Inilah candle yang menjadi fokus trading kita di lower timeframe.

C3 ekspansi setelah C2 valid

Jika C3 close dengan kuat sebagai expansion candle, Maka C4 berpeluang menjadi candle continuation yang melanjutkan pergerakan dari C3. C4 juga bisa ditradingkan, terutama jika kamu melewatkan entry di C3, namun untuk skenario paling ideal adalah trading di dalam candle C3.

C4 continuation

Tipe Candle di Skenario C2 Closure

C1: Candle sebelum high atau low terbentuk

C2: Candle yang membentuk high atau low (konfirmasi)

C3: Candle Ekspansi, peluang entry ada di sini

C4: Candle Continuation, entry alternatif

C3 Closure

Skenario ini terjadi ketika C2 gagal memberikan konfirmasi, artinya C2 tidak berhasil close kembali di dalam range C1. Market membutuhkan lebih banyak data sebelum kita bisa menyimpulkan apakah ini benar-benar formasi swing.

Dalam kondisi ini, biarkan C3 terbentuk sepenuhnya tanpa masuk posisi.

C3 sedang terbentuk, tunggu

Konfirmasi reversal baru muncul ketika C3 close dengan kuat. Syaratnya:

  • Bullish: C3 close di atas opening price C2, tanpa mengambil low C2
  • Bearish: C3 close di bawah opening price C2, tanpa mengambil high C2
C3 closure yang valid

Dengan closure kuat pada C3, Maka C4 memiliki peluang untuk ekspansi yang melanjutkan pergerakan dari swing point yang telah terkonfirmasi. Inilah candle yang kita tradingkan dalam skenario C3 Closure.

C4 ekspansi setelah C3 konfirmasi

Tipe Candle di Skenario C3 Closure

C1: Candle sebelum high atau low terbentuk

C2: Candle yang membentuk high atau low

C3: Candle Konfirmasi Reversal, tunggu closure

C4: Candle Ekspansi, peluang entry ada di sini

Akhir dari materi Swing Points.